Untitled



Hari ini. Hari di mana saya sudah berjalan jauh karena SAHABAT. karena sahabat yang selama ini sudah bersedia menyediakan bahunya untuk saya sandari. untuk saya teteskan air mata. dan untuk saya tumpahkan segala keluh dan peluh.
demi Tuhan, saya tidak pernah membayangkan saya akan kehilangan sahabat untuk kedua kalinya. saya pikir, sahabat itu abadi. seabadi kasih sayang yang selama ini saya berikan padanya. tapi......... haruskah aku mengatakannya? haruskah aku bilang? bahwa...........di dunia ini tidak.ada.yang.abadi.
ya Tuhan, saya tidak pernah berpikir sedikitpun bahwa dia akan melepaskan ikatan sahabatnya dengan saya. apa yang sudah kubuat sehingga dia pergi dari ikatan ini?? adakah yang salah dengan diriku, dengan sikapku, dengan perlakuanku terhadapnya?


Sedih........sedih...............
kehilangan sahabat itu lebih sakit daripada kejepit batang kacamata.
dan kehilangan sahabat itu lebih pedih daripada mengiris bawang merah.


sahabat, jika kau mengizinkanku untuk memperbaiki kesalahanku, demi Tuhan, aku akan memperbaikinya sebaik yang kubisa, sesempurna yang kauminta.

terimakasih banyak, karena kau.......telah menemaniku ketika aku tidak bisa menahan butiran air mata yang menyesakkan dadaku. terimakasih banyak, karena kau.........telah menyayangiku, seperti bagian dari keluargamu.
tak ada kata-kata yang paling baik untuk menggambarkan betapa baiknya jasamu kepadaku.
tak ada kata-kata yang paling indah lagi untuk menggambarkan betapa indahnya kenangan yang kau berikan kepadaku.
dan tak ada kata-kata yang paling sempurna, sesempurna kau menjadi bagian dari hidupku, selama.ini.



ya, hidup akan terus berjalan. dan kuharap.kau.akan.selalu.dilindungi oleh Allah.dimanapun.kau.berada.




i can't give this note a title, because nothing the most appropriate title to represent this story I'd made about you.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harapan dan Kesan Kuliah di Kampus Diploma IPB

Penulis? *tsah!

Cerita di Balik Pemilihan Jurusan Kuliah