Sepatah Duapatah Kata

Assalamualaikum ya Ahli Fakir Reader (baca: pebaca yang imut, lucu, serta unyu)
kembali lagi bersama saya, penulis blog nan gembel serta miskin (miskin kasih sayang sih tepatnya). (jadi gue curcol?) oke, kembali ke topik awal.
Alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita masih dipertemukan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dalam kesempatan yang sempit ini (?)

Seperti yang biasanya kita jumpai, banyak sekali pembawa acara dalam suatu acara menyebutkan susunan acaranya seperti ini:
acara yang pertama adalah sepatah duapatah kata yang akan disampaikan oleh Pak/Bu Radon. acara yang kedua adalah bla bla bla bla.
nah, sebenarnya sebagai orang yang terlalu sibuk berkutat dalam pikiran yang tidak jelas--gue ini sangat bingung pada kalimat tersebut di atas. tidakkah kalian berpikir bahwa SEPATAH DUAPATAH KATA mengandung makna yang sangat ambigu. (ambigu adalah kalimat yang memiliki makna ganda)

dan sebagai masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi bahasa Indonesia. ini tentu saja sangat tidak efektif digunakan.
oke, kita akan membahas mengapa sepatah duapatah kata sangat tidak efektif digunakan.

'sepatah duapatah kata'
kalau ada sepatah duapatah kata, kenapa tidak ada tigapatah, empatpatah, dan limapatah atau seterusnya?
kenapa cuma sepatah dan duapatah?

kenapa harus pake kata patah? kenapa ngga bengkok (baca: lekong, belok) atau putus (baca: jomblo) aja?
kenapa harus patah!?

dan biasanya kalimat yang diucapkan seseorang dalam sub acara sepatah duapatah kata ini adalah serentetan kalimat yang bikin kita ngantuk saking lamanya berkata-kata. termasuk baca tulisan ini.

PASTI NGGA KEPIKIRAN KAN??

jadi, inti dari postingan gue yang sangat sangat ngga jelas ini adalah, gunakan bahasa Indonesia yang efektif di dalam sebuah acara yang formal. ganti penggunaan "sepatah duapatah kata" menjadi "sambutan". selain perbedaan jumlah kata yang lebih singkat, pengucapannya juga tidak sulit. contoh penyebutan sepatah duapatah kata yang keserimpet adalah, sepatu basah ketimpa kuah batu bata. mungkin aja si pembawa acara sedang menjemur sepatu di atas mie kuah yang berisikan batu bata ketika dia sedang mengisi acara.

selamat bersepatu basah ketimpa kuah batu bata, kawan-kawan. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harapan dan Kesan Kuliah di Kampus Diploma IPB

Penulis? *tsah!

Cerita di Balik Pemilihan Jurusan Kuliah