Balada Seorang 'Anak Rumahan' tiba-tiba menjadi 'Anak Kost-an'

Beberapa hari lagi gue akan resmi menjadi anak kost-an. Menurut gue ini adalah perubahan besar yang terjadi dalam hidup gue. Sebelumnya gue adalah anak rumahan yang bisa dibilang 'homesick'. Gue selalu menghabiskan waktu di rumah. Entah hanya sekedar tidur, sampai membuat prakarya yang gue sendiri ngga tahu fungsi kongkritnya untuk apa, yang jelas mereka semua hanya menumpuk di sudut kamar gue.

Gue ngga siap dengan perubahan yang terjadi nanti. Tapi yang jelas, sekarang yang selalu membayang-bayangi perasaan gue adalah 'ketika gue galau akan kesendirian, siapa yang akan menghilangkan semua itu?'. Ya emang sih di rumah pun, gue selalu merasa sendiri karena keluarga gue semuanya punya kerjaan masing-masing, bokap nyokap kerja, kakak gue kuliah, adek gue sekolah. Tapi seenggaknya gue ngga tinggal sendirian.

Banyak teman yang bilang, "Slow, Put, lama-lama juga lo dapat teman, ngga mungkin lah sendiri terus." iyasih. Apalagi kost-an gue baru dibangun, dan menurut si pemilik kost-an, semua penghuninya anak PMDK IPB semua. Poin plus pertama, di sini ngga ada yang 'lebih lama tinggal' atau ngga ada 'kesenioritasan'. Poin plus kedua, gue orang pertama yang menempati kamar gue sendiri. Poin plus ketiga dst, balik ke poin plus pertama dan kedua (?). Oke, gue ngga galau.

Tapi, ketika gue ingat bahwa jurusan gue adalah Manajemen Informatika dan seluruhnya berhubungan dengan komputer, gue kembali galau. Ketika nanti gue butuh seseorang untuk ditanyai mengenai hal yang ngga gue mengerti, gue harus bertanya pada siapa?? Pada rumput yang bergoyang? Ngga mungkin! Tapi kemudian gue berdoa, semoga tetangga kost nanti ada yang expert mengaplikasikan komputer, setidaknya ada yang sejurusanlah dengan gue. Gue pun ngga galau.

Tapi untuk kalian yang sehari-hari selalu mengandalkan jasa orang lain untuk menyelesaikan pekerjaan rumah lo dalam membantu nyokap membereskan rumah, gue rasa ketika kalian menjadi anak kost-an, kalian akan sengsara. Ngga bisa gue pungkiri, gue pun begitu. Ya oke lah, gue bantu nyokap menyapu lantai, cuci baju (dengan mesin cuci), nyetrika (pakaian keluarga--bukan pakaian gue aja), tapi itu semua gue lakukan bersama nyokap. Ketika sendiri? Sedih. Haha. Bakal ngga ada nyokap itu........sesuatu sekali.

Gue akan merindukan saat-saat gue galau di kamar kesayangan gue, foto-foto narsis di kamar ber-cat ungu gue, merindukan pindah-pindah ruangan untuk sekedar main gitar di rumah ber-cat pink gue, merindukan ber-AC ria ketika panas melanda di kamar keren orangtua gue, merindukan rumah ganteng gue:
Rumahku
Semua kenangan mulai menampakkan diri di otak gue. Channelnya berganti satu per satu. Tergambar jelas dari gue masih kecil sampai sekarang, umur gue 18 tahun, semuanya gue lakukan di rumah gue. Semuanya terasa asing bagi gue ketika gue harus tinggal di rumah lain, bukan rumah gue. Tepatnya di kost-an.

Belum lagi tersiar kabar bahwa di kost-an, lo cuma bisa makan enak di awal bulan, pertengahan bulan ke belakang, lo bakal dihadapkan pada mie instan yang pesonanya sangat kuat.

Tapi sih terlepas dari itu semua, insya'allah gue bakal terus berpikir positif pada semua kejadian yang gue alami di kost-an, mulai dari patungan bayar listrik per bulan, sampai gantian antri kamar mandi. Semuanya akan indah untuk gue kenang ketika gue sudah tua nanti.

Gue berjanji akan fokus belajar untuk kuliah gue. Gue ngga akan main-main. Gue akan menjadi seseorang yang orang tua gue banggakan karena mereka selalu mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk gue. Dan yang terpenting, gue akan membuat teman-teman gue bangga karena telah mengenal gue. Semoga. Amin

Dan untuk kalian, gue selalu berpesan, jangan pernah putus asa pada setiap keadaan yang lo hadapi. Maju terus pantang mundur! Keep fighting! :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harapan dan Kesan Kuliah di Kampus Diploma IPB

Penulis? *tsah!

Cerita di Balik Pemilihan Jurusan Kuliah