Siklus Cinta [Versi Gue]

Gue selalu mendapat pelajaran tentang cinta, baik dari teman-teman, orang tua, guru, sampai diri gue sendiri. Semuanya memiliki kisah cinta yang berbeda, tetapi semuanya seru. Yang paling seru sih tetep...kisah cinta yang dialami sama diri sendiri. Semua rasa benar-benar meresap, dari pahitnya cinta sampai manisnya cinta. Itu semua sebenarnya memiliki siklus. Dan siklus cinta yang selalu gue temui adalah:

1. Kalau Endingnya Jadian
Pertama, entah si cewek atau si cowok [kebanyakan sih cowok], salah satu dari mereka melakukan PDKT. Biasanya mereka dapat nomor kita dari mana aja, dari pohon, dari tiang listrik, dari tembok parkiran, nomor cuci sofa maksudnye ^^v. Biasanya sih kalau orang niat PDKT, dapat nomor si 'yang mau di PDKT-in' ini dari temannya-teman-teman-temannya [pusing lu]. Abis itu sok-sok-an SMS:

Cowok: Ini Ijah ya? Ini Parjo, anak modern dance kampung sebelah.
Cewek: Iya, bener. Oh Parjo.

Dst.

Sampai akhirnya, dua minggu SMSan, satu minggu jalan, minggu ke empat ditembak. Ijah terkesan sama cara nembaknya Parjo yang neriakin ke semua orang di halte bus pakai toa dengan berkata, "Parjo sayang Ijah selalu! Mau kah Ijah jadi pacarku??" dan seterusnya dan seterusnya. Akhirnya Ijah nerima Parjo. Lalu mereka bahagia.

2. Kalau Endingnya DiPHPin
Pertama, salah satu dari cewek/cowok melakukan PDKT. Semua awalnya sama, PDKT dulu. Pokoknya yang awalnya PDKT, mungkin akan sama dengan tulisan gue endingnya. Lain dengan awalnya dijodohin. Kalau ngga kayak Siti Nurbaya ya kayak Ibu Kartini.
Setelah itu, mereka SMSan, jalan, lama-lama si cowok/cewek ngerasa sreg dan nembak.

Cowok: Ijah, kamu mau ngga jadi pacar Mas Parjo?
Cewek: Ehm. Jalanin aja dulu. Ijah sedikit ragu.
Cowok: Yaudah ngga apa-apa, cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu.
Cewek: Iyaah.

Seminggu, dua minggu, mereka masih SMSan, lama-lama si cewek menghilang. Belakangan baru diketahui, ternyata di cewek abis belajar pelajaran ilmu menghilang dari dukun kampung sebelah. Pokoknya si cowok jadi galau. Kemudian dia ngetweet,

Cowok: Ijah ke mana ya? Udah dua minggu ngga ada kabar.

Kemudian tersiar kabar si cewek udah punya gebetan baru. Lalu si cowok nyesek dan merasa di PHPin. Ngga lama kemudian si cewek menghubungi si cowok lagi. Dengan sekelumit penjelasan. Akhirnya si cowok mencoba menyukai kembali si cewek meskipun si cewek udah sama cowok lain. Si cowok lama-lama ngga terima karena dia hanya suka pada cewek yang sudah memiliki pacar, tapi dia masih selalu berkata yang baik-baik. Sampai akhirnya si cowok ngga tahan lalu marah dengan si cewek. Si cewek pun galau karena orang yang pernah suka sama dia ternyata marah pada dirinya. Dan akhirnya di cewek merasa dia yang diPHPin setelah ternyata dirinya mencoba untuk suka dengan si cowok. Oke, ini rumit. Haha intinya keduanya merasa saling terPHP.

3. Kalau Endingnya Ditolak
Nah, kali ini nilainya udah mutlak banget. Salah satu dari mereka pasti patah hati setelah melakukan segulung tahapan.
Biasanya si penembak merasa "yaudahlah, kita kan masih bisa temenan", otomatis si penerima tembakan [halah bahasanyaaa-_-] "iya benar". Tapi kemudian si penembak menghilang tiba-tiba dari kehidupan si penerima. Karena seberapa pun kerasnya si penembak ini [anggap aja cowok] mengatakan "ngga papa", tetapi jauh dari hati kecilnya dia merasa kesal dengan si cewek karena cintanya ditolak. Seenggaknya dari yang gue pelajari atau gue alami yang sudah-sudah sih kayak gitu.


Sebenarnya menurut gue, mau gimanapun siklus yang kita alami, yang namanya cinta, kalau awalnya aja rasa sayang, endingnya harusnya ngga boleh ada perasaan benci atau perasaan negatif lainnya dong? Seharusnya tetap pada jalur, hanya aja yang beda, jalurnya jadi masing-masing. Tetapi kan harus saling men-support. Hubungan persaudaraan sesama makhluk itu kan penting. Bukankah begitu?

Komentar

  1. Bener banget nih. Hahaha
    hey check out blog gue juga yaa
    paramitakoriston.blogspot.com

    masih newbie. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks nih udah mampir! Sudah dicek blognya, bagus:D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harapan dan Kesan Kuliah di Kampus Diploma IPB

Penulis? *tsah!

Cerita di Balik Pemilihan Jurusan Kuliah