An another side of life has begun...

Assalamualaikum Wr. Wb. Long time no post. Ternyata gue masih labil ya dalam mengirimkan tulisan di blog. Hehehe padahal gue sudah menargetkan minimal kiriman gue sebulan tiga kali, tapi ternyata gue mengingkari target gue.
Ngomong-ngomong, ini bulan Ramadhan dan gue ingin minta maaf sama orang-orang yang khilaf karena udah ngebuka blog ngga bermutu gue. Hahaha iya gue tahu ini udah hampir pertengahan Ramadhan, tapi apadaya, kemarin gue sangat sulit mencari waktu untuk ini. Gue sibuk matrikulasi di tempat gue mengenyam pendidikan. (Tsah~) Semoga pembaca blog gue bisa terus dapat berkah dari Tuhan Yang Maha Esa, amin.

Ceritanya kemarin gue sibuk (ciegitu~) Iya gue sibuk, emang masalah buat lo?! (Baru minta maaf udah ngajak ribut, peace qaqa! :)) Alhamdulillah, gue sudah menjalani kegiatan gue di alam berbeda, alam baqa' (astagfirullah), iya, gue sudah mengikuti kegiatan kuliah, tepatnya di kampus Diploma IPB. Betapa banyak pengalaman yang gue dapat selama kurang lebih satu bulan ini. Dan sekarang gue ingin membagikan pengalaman gue pada kalian (ceilah~). Bukan sok atau menggurui atau semacamnya, tapi kita berbagi pengalaman aja ya :)

Dimulai dari tanggal 22 Juni gue tiba di Bogor Tengah tepatnya di Cilibende Jl. Kumbang untuk registrasi di Diploma IPB, ini mungkin bisa membantu temen-temen yang nantinya mau masuk atau diterima di Diploma IPB. Ketika gue tiba, gue langsung ambil nomor urut giliran dipanggil, gue sarankan untuk datang lebih pagi karena semakin pagi semakin cepat pulang, kalau datang jam 10an, kemungkinan besar jam delapan malam baru bisa selesai registrasi karena ada banyak sekali peserta USMI yang datang. Gue sendiri tiba jam 6.30 WIB, gue dapat nomor urut ke 40an, ngga lama kemudian gue dapat giliran dipanggil, pertama masuk kita diberikan jadwal matrikulasi dan name tag identitas setelah menyerahkan bukti diterima di Diploma. Di sana ada banyak kakak panitia BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang akan menuntut kita, jadi buat kalian yang ngga ada teman bareng ngga perlu khawatir, karena ada teman pun, kita bakal terpisah (sistemnya bergilir terus. Ketika lo udah selesai duluan, dan teman lo belum selesai lo harus estafet ke tahap selanjutnya). Kemudian gue memasuki ruangan pengukuran jas dan pemotretan sambil memegang papan yang bertuliskan NIM (Nomor Induk Mahasiswa), gue sendiri ngga tahu foto itu nantinya digunakan untuk apa, tapi gue optimis foto gue ngga dipajang di tiang listrik, di pohon besar pinggir jalan, atau di halte bus sebagai buronan polisi.
Setelah selesai, kakak panitia mengantarkan gue ke tempat pemeriksaan kesehatan, di sana kacamata gue dilepas dan gue dinyatakan..............mengalami...............anemia! Huh, untunglah, gue pikir gue terinfeksi virus aneh, semacam virus kecantikan yang menyebabkan gue harus membuang kecantikan  (hueeek) gue dengan cara operasi. Entah gimana caranya dokter itu mendiagnosis gue kena anemia, tapi yang jelas doi bilang mata gue pucat. Padahal siapa tahu mata gue lapar karena perut gue pucat (apa ini!? Oke hentikan, sebelum gue terlihat bodoh). Yup, setelah itu gue masuk ke ruang penyerahan berkas persyaratan Diploma. Gue sarankan lo untuk minta kwitansi perjanjian penyerahan berkas yang belum lo bawa, semisal ijazah. Karena itu akan sangat berguna, dan pandai-pandai lo nego mau kapan nyerahin berkas itu ke bagian administrasi Diploma. Gue sendiri kemarin ngga dapat kwitansi, karena wajah gue terlalu mudah untuk dipercaya oleh orang lain (tsah~).
Gue, "Maaf, Ibu, saya belum terima ijazah dari pihak sekolah, jadi saya ngga bawa ijazah hari ini." Gue memasang wajah yang super duper imut, saking imutnya Si Ibu sampe mau ngambil kantong plastik buat muntah. Gue kasih senyuman 1000 watt sampe Ibunya kesetrum. Doi, "Iya, ngga papa, tapi nanti begitu kamu dapat ijazahnya, langsung diserahkan ke administrasi ya?" Ini merupakan suatu keberuntungan karena beberapa teman gue di kampus bilang bahwa mereka dapat kwitansi perjanjian dan mereka harus segera mungkin menyerahkan ijazah mereka. Bahkan ada yang hari itu juga disuruh pulang ke kampung mereka untuk mengambil ijazah. Bisa dibayangkan kalau lo tinggal di Papua dan disuruh balik lagi ke sana hanya untuk ngambil ijazah??? Namanya juga panitia aturannya sesuka mereka. Kita jaga-jaga aja ambil aman.

Oke, sejauh ini proses registrasi gue berjalan mulus. Sebelumnya gue googling dan ada kakak kelas yang cerita katanya registrasi doi berjalan ngga mulus, salah satunya ditanya-tanya mengenai keaslian nilai mereka di ijazah, gue, lagi-lagi, ngga mengalami itu. Gue nyerahin mah nyerahin aja, yang penting lo pasang tampang terpercaya dan tampang bisa diandalkan lo. Maka semuanya akan aman. Haha

Kemudian gue melaju ke ruangan pemeriksaan urin. Di sana lo akan disuruh pipis. Untungnya gue pingin pipis saat itu, ada beberapa anak yang saat itu ngga kerasa pipis, mereka galau. Haha, mereka berisik kayak orang berisik (?). Gue yang lancar pipis, rasanya ingin memberikan pipis gue yang berlebih ke tabung mereka. Oke, ini absurd.

Setelah selesai, gue memasuki ruangan sosialisasi kedisiplinan yang dilakukan oleh Komdis (Komisi Disiplin) Diploma. Gue di dalam ruangan itu sekitar 30 menit - 1 jam, di sana akan dijelaskan seeeeeeegudang aturan kuliah di Diploma. Yup, soal aturannya, kalian akan mengetahuinya nanti-by your self. Gue hands up ngga akan memberitahu. Hehe yang jelas lo akan tercekik mendengarnya. Hahaha

1 jam gue lumutan, proses pun dilanjutkan ke ruangan yang sepi. Hanya ada gue dan beberapa peserta USMI yang lain yang sibuk dengan gadjet mereka. Gue, dengan tablonya clingak-clinguk nyari mangsa yang bisa gue ajak kenalan. Alhamdulillah, beberapa menit kemudian acara di kelas itu pun dimulai setelah sebelumnya dibagikan makanan kotak dan air mineral. Di dalam sana, kita dipandu membuka tabungan di suatu bank. Bank itu kerjasama dengan Diploma. Satu jam selesai, kakak panitia pun memandu kami untuk keliling kampus. Mereka menjelaskan satu per satu setiap ruangan di Diploma. Alhamdulillah kampus utamanya ngga terlalu luas, seeeehingga gue ngga perlu menyiapkan bekal dan menggelar tiker. Oke, bagian ini sangat melelahkan terutama ketika kalian dapat bagian ini di siang hari. Gue sendiri dapat giliran siang, bisa dibayangkan gimana panasnya jam 10 jam 11an siang? Itu lebih panas dari jam 12 siang, percayalah pada gue. Bahkan ada anak yang serombongan dengan gue, doi mengeluarkan darah segar dari mulutnya. Gue pikir doi drakula kesiangan, ternyata doi sakit. Fix banget, lo juga harus jaga kesehatan untuk registrasi ini.

Ternyata proses registrasi ngga selesai sampai di situ, masih ada satu kegiatan lagi. Yaitu mengunjungi stand-stand dari mulai stand perkumpulan daerah sampai ekstrakulikuler Diploma. Baaanyaaak banget standnya. Dan masing-masing stand memberikan ucapan selamat kepada peserta USMI atas keberhasilannya diterima di Diploma. Kemudian mereka menjelaskan perkumpulan mereka atau ekstrakulikuler mereka. Gue sendiri tertarik pada perkumpulan Mahasiswa Jawa Tengah. Mereka memberitahu banyak kegiatan mereka dan gue sangat sangat tertarik. Gue sendiri berasal dari Jawa Tengah dan gue sangat suka kebudayaan gue. Yup, Jawa Tengah itu indah. Apalagi Indonesia :) Di sana rasa nasionalisme gue bangkit. Siapkan aja telinga yang lebar untuk mendengarkan sambutan mereka. Gue sarankan kalian berada di depan barisan, karena ini sangat seru! Hehehe, ada beberapa stand yang garing sih. Tapi semuanya keren.

Akhirnya registrasi selesai dan gue dengan jas biru tua yang masih gue kenakan pun menemui orang tua gue yang setia menunggu gue di luar gedung. Oh iya, orang tua MABA (Mahasiswa Baru) sendiri punya kegiatan di dalam ruangan, mereka mendapat sosialisasi penuh mengenai kampus, kehidupan kampus, informasi terkait kampus, dan all about peraturannya. Jadi mereka ngga garing nungguin kita.
Acara selesai, gue dengan orang tua gue pun bergegas ke kostan gue untuk memindahkan barang-barang gue ke kostan. Yup, hari itu juga gue resmi jadi anak kostan (tsah~). Kehidupan gue yang sesungguhnya pun dimulai.

 Tepat pertengahan hari menuju sore gue selesai pindahan. Gue pikir bokap dan nyokap gue stay di kostan untuk beberapa waktu, ternyata doi langsung nge-gas mobil untuk pulang -_-. Gue dengan perasaan yang sedikit sedih pun merelakan mereka pergi. Mereka masih ada kegiatan lain dan ya, gue sebagai anak yang imut harus mengerti (Apa hubungannya!?). Gue sempat menitikkan air mata haha. Ini lebay karena kenyataannya rumah gue masih di Kota Bogor -_-.

Setelah itu selama gue ditinggal pun malamnya gue kena demam, panas-dingin, badan sakit semua, dan gue galau sepenuhnya. Ini serius. Dan menurut guru les Fisika gue yang kuliahnya jurusan Biologi, gue terkena NUSS (New University Student Syndrome). Gue sendiri ngga ngerti itu apa, yang jelas gue sakit. Mungkin terlalu lelah, karena sejujurnya semalam sebelum gue registrasi, gue ngga tidur gara-gara memikirkan hari esok. Jadi buat kalian yang nantinya mengalami hari seperti gue, jaga kesehatan, atur waktu istirahat. :)

Sebenarnya gue ingin berbagi cerita tentang gue yang resmi jadi anak kostan semenjak sebulan yang lalu, tapi menurut gue ini masih terlalu cepat. Gue belum banyak tahu tentang dunia perkostan. Mengapa ini harus gue bagikan? Karena ini adalah hal penting. Ini adalah perubahan besar dalam hidup gue sebagai seorang mahasiswa baru. (Ciegitu!!)

Oke, cukup sekian tulisan gue. Semoga bermanfaat. Wassalammualaikum Wr. Wb
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harapan dan Kesan Kuliah di Kampus Diploma IPB

Penulis? *tsah!

Cerita di Balik Pemilihan Jurusan Kuliah