Tiga Sikap Mengganggu Online Shop di Instagram

Udah lama gue jadi anak Instagram. Gue dilahirkan oleh Instagram sekitar tahun 2013an. Untung sekali Instagram mau melahirkan gue ke dunia, karena biasanya yang udah-udah banyak yang diaborsi atau keguguran. (Ini apaaaaa??? Beklah~)

Sejarah gue kenal Instagram adalah waktu itu idola gue, Justin Bieber tengah booming ngepost foto doi sama Selena Gomez, gue langsung kepo dan buru-buru download Instagram demi bisa lihat gimana rupa fotonya. Lama-lama gue jadi pingin ngepost dan jadi anak Instagram.

Postingan pertama gue adalah udon. Gue ingat betul karena sampai sekarang gue masih suka scroll down postingan-postingan gue. Foto selanjutnya foto-foto nggak jelas daily activities gue di sekolah.

Orang yang baru sign up Instagram biasanya dapat virus SMDKI, yaitu "Semuanya Mau Dipost Ke Instagram", dan gue mengalami itu-___- Yang ini antara update dan alay beda tipis. Gue juga pernah pakai hashtag Instagram dengan mengganti penggalan kata gramnya dengan kata seperti daily, mood, good, donesia, dll. Bahkan satu foto, jumlah hashtagnya bisa 20! Saking banyaknya, kalau dikumpulin bisa jadi novel-___-
Tapi sekarang hashtagnya udah gue hapus untuk menghilangkan jejak kealayan gue. Jangan bilang siapa-siapa ya kalau gue pernah melakukan hal itu. :)

Semakin hari, semakin banyak postingan gue, semakin banyak follower gue, semakin terlihat juga bahwa gue sangat alay.
Gue sempat jarang ngepost karena waktu itu disibukkan dengan kuliah. Sampai sekarang, singkat cerita, gue jadi addict lagi buat ngepost foto dengan gaya yang sangat berubah. Enggak, gue udah nggak alay. Percayalah :) Coba buktikan sendiri di sini.

Sekembalinya gue pada Instagram, gue jadi memperhatikan semua postingan orang termasuk online shop (olshop). Berikut adalah kebiasaan olshop yang sedikit mengganggu:

1. Mereka suka SFS

 SFS adalah kependekan dari Shoutout for Shoutout. Isinya ya promosian antar olshop. Ini bakalan lo alami kalau lo udah follow satu olshop. Dia bakalan rajin update SFS dan itu sering memenuhi timeline. Perhatian untuk olshop, mbok ya diperhatikan frekuensi SFSnya. Mungkin seminggu sekali akan lebih baik daripada tiap hari SFS. :)

2. Mereka suka 'spamming' di foto artis

Meskipun gue masih calon artis (cangkul mana cangkul woy?!), gue paham betul gimana rasanya jadi mereka. Foto-foto mereka hampir tiap hari dikomentarin endorse-an. Bunyinya gini, "Sis, mau endorse dong sis! LINE ya sis :)". Buat yang nggak ngerti endorse, itu adalah salah satu bentuk kerjasama olshop dengan artis di mana si olshop ngasih produknya gratis untuk si artis dengan syarat si artis harus berfoto dengan produk yang dikasih dan memberi testimoni.
Artis yang followernya buanyak biasanya jadi santapan endorsement. Hampir semua foto isinya komentar endorse olshop. Gerah juga bacanya. Gimana jadi yang punya akun ya? Perhatian untuk olshop, mbok ya be smart seller. :)

3. Mereka suka ngadain giveaway 'spamming'

Giveaway spamming? Iya. Giveaway spamming itu semacam kuis tapi prosedurnya spamming. Misalnya harus ngepost berulang kali foto yang ditentukan oleh si olshop. Sebenarnya ini nggak terlalu masalah sih, yang jadi masalah adalah ketika gue ingin ikutan giveaway tapi nggak mau spamming hahaha. Perhatian untuk olshop, mbok ya diganti dengan kirim satu foto aja dan tag sebanyak-banyaknya ke teman. Itu kayaknya akan lebih baik daripada menuhin timeline tagging. :)

Ketiga sikap mereka di atas sebenarnya sah-sah aja, jangan terlalu sering aja dan perhatikan gimana pandangan orang lain terhadap shopnya mereka.

Di antara kalian mungkin punya cerita lain tentang sikap online shop yang sedikit mengganggu?? Bisa berbagi di comment box haha.

Komentar

  1. makasin infonya,, ternyata itu toh endorse hehe

    BalasHapus
  2. Ooww.. endorse oohh endorse..

    BalasHapus
  3. thanks infonya.. jangan lupa kunjungi website kami http://jasabuatwebsite.co/

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  5. GROSIR MUKENA SYAHRINI kualitas premium, trendy, dan nyaman.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harapan dan Kesan Kuliah di Kampus Diploma IPB

Penulis? *tsah!

Cerita di Balik Pemilihan Jurusan Kuliah