Pengalaman Menggunakan LARAS Online Pemkab Bogor

Sudah tahu LARAS?
Bukan, dia bukan pemain antagonis sinetron yang bikin gemeyyyssss... Bukan juga pemain protagonis sinetron yang bikin penontonnya membela habis-habisan pemain yang terdzalimi hihihi. Kenalin, LARAS adalah aplikasi berbasis website milik Pemerintah Kabupaten Bogor. Wah, jelasin lebih dong, Put!
O.K., I'll do it for you guys hihi

LARAS memiliki kepanjangan LAyanan Resmi ASpirasi, aplikasi website ini berfungsi sebagai layanan pengaduan apapun yang hendak disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Bogor dari masyarakat Kabupaten Bogor.

Ooo...gitu, Put!

Nah, saya mendapat tugas dari kampus kembali nih terkait LARAS ini. Sebagai mahasiswi Informatika, saya membahas LARAS dari segi teknologi dan yap, LARAS adalah salah satu wujud E-Government.
E-Government udah paham kan? Kalau belum, nih baca lagi di sini.

Yuk, mulai bahas pengalaman menggunakan LARAS!

Untuk membuka situs website ini, kamu bisa cari keyword di Google LARAS Pemkab Bogor atau bisa ketikkan di address bar browser kamu http://pengaduan.bogorkab.go.id/.

Pertama tiba di laman utama website, tampilannya akan seperti ini:
Tampilan Beranda LARAS Online Pemkab Bogor
Menunya banyak ya! Untuk desain website dan pemanfaatan setiap menu dan fasilitasnya, kamu bisa langsung praktikkan menjelajah di sana. Tetapi akan saya bantu untuk mendaftarkan pengaduan kamu.

Yang harus dilakukan pertama yaitu mendaftarkan akun kamu di bagian sisi kanan website, klik tulisan Daftar Disini. Selanjutnya laman yang akan muncul adalah sebagai berikut:
Laman Daftar Aspirasi Pengunjung LARAS
Yup, ini adalah halaman yang berisi field-field yang bisa kamu isikan data pribadi kamu. Jangan lupa isikan kode captcha di bawah sebagai tanda bahwa kamu bukan Robot :D
Selanjutnya klik Submit dan kamu bisa langsung mendaftarkan atau mengirimkan pengaduanmu dengan mengklik menu Kirim Pengaduan.
Laman Kirim Pengaduan LARAS
Iya, sekali lagi jangan lupa isi kode captcha-nya yang menandakan bahwa kamu adalah manusia dan bukan Robot hehe
Klik Submit kalau sudah, kemudian pengaduan kamu akan terdaftar di menu Pengaduan Terkirim.
Laman Pengaduan Terkirim LARAS
Jika di klik tulisan Selengkapnya, kamu akan tahu bahwa pengaduanmu sudah ditanggapi atau belum. Pengaduan memiliki status diterima atau ditolak, ya ampun kayak "nembak" gebetan aja hiks :D

Nah, saya juga mengirim pengaduan nih, teman-teman. Kamu bisa baca pengaduan saya dan melihat status pengaduannya.
Pengaduan di LARAS
Di laman ini kita bisa melihat segalanya terkait pengaduan, dari mulai pengaduannya, tindak lanjut atau tanggapan alias respon Pemerintah sampai tanggal mengadunya.
Saya senang bahwa akhirnya setelah saya mengadu tanggal 22 Oktober 2015, aduan saya mendapat respon, yah meskipun responnya mengecewakan. Yang membuat saya kecewa bukan karena status pengaduan ditolak, tetapi:
1. Di kolom penindaklanjutan tidak ada keterangan tanggal yang memberi keterangan bahwa pengaduan terjawab tanggal sekian. Mengapa? Ayo ngaku, siapa emang yang sering mantengin ponsel dan selalu buka website LARAS?? Mantengin ponsel sih iya tapi sepertinya untuk membuka website LARAS dan menunggu balasan...hm... nanti dulu kali ya. Dibuka kok websitenya untuk mengetahui kalau-kalau pengaduan sudah terjawab, tapi sepertinya kita akan melakukannya jika memang hanya memiliki waktu luang kecuali kerjaanmu hanya mengeluh soal ketidaknyamanan fasilitas daerahmu dan memang hanya mantengin websitenya. Tapi kan tidak ada manusia yang seperti itu....
Intinya apa? Seharusnya, di kolom penindaklanjutan tertulis tanggal dijawabnya pengaduan agar paling tidak masyarakat bisa menilai Pemerintah cepat tanggap dalam hal pengaduan atau tidak. Betul nggak teman-teman??
Kalau begini kan kita tidak tahu kapan pengaduan terjawab dan tidak bisa menilai kinerja Pemerintah.

Memangnya tidak ada e-mail pemberitahuan pembalasan pengaduan, Put??
Sungguh sangat disayangkan TIDAK. Bahkan saya sudah mengecek e-mail masuk di SPAM dan ya tidak ada e-mail pemberitahuan. Poor it...

2. Terkait pengaduan nih, di situ kamu bisa baca pengaduan saya. Yup, saya mengadu tentang listrik dan air di rumah saya yang terletak di Kabupaten Bogor. Dengan membaca tanggapan Pemerintah saya menjadi tahu bahwa ternyata saya tidak mencantumkan alamat lengkap rumah saya di Kabupaten Bogor. Tunggu dulu, ini bukan salah saya lho. Saya tidak mencantumkannya karena saya pikir Pemerintah otomatis mengetahui data alamat saya di database mereka. Lha wong saya daftar akun mencantumkan alamat saya kok, lengkap dari kampung sampai kode pos kabupaten!
Seharusnya Pemerintah melihat data alamat saya jika dirasa merasa bermasalah dengan keberadaan rumah saya. Mereka hanya membaca aduan saya di Kota Bogor karena saya menyebutkan dengan jelas keberadaan rumah kost saya dan ya, mereka menjawab bahwa itu bukan urusan mereka. Memangnya antara Kabupaten dengan Kota tidak ada sangkut pautnya?? Memangnya warga harus bergerak sendiri menyampaikan aspirasinya ke Kota jikalau suatu saat ada masyarakat Kabupaten awam yang menyampaikan aspirasinya ke pemerintah setempat?? Bukankah setiap pemerintahan harus saling bahu-membahu membangun wilayahnya?? Kabupaten dengan Kota kan masih memiliki nama yang sama, masa memberi jawaban penolakan!

Gimana kalau jawabannya seperti ini saja:

Terima kasih atas pengaduan saudari, terkait pengaduan yang terdapat di Kota Bogor, kami akan usahakan semaksimal mungkin untuk menyampaikan aduan tersebut ke Kota Bogor.

Sepertinya saya lebih menyukai jawaban demikian. Sehingga setidaknya, masyarakat tahu bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor memang terbaik dalam melayani masyarakatnya. :)

Pesan dari seorang Mahasiswi Informatika Diploma IPB:


Di balik 2 ketidaknyamanan di atas, tetapi sejauh ini saya merasa puas dengan adanya layanan E-Government ini. Masyarakat sangat terbantu menyampaikan segala bentuk ketidaknyamanannya sebagai penikmat fasilitas dan layanan pemerintah. Mungkin saya bersaran sedikit kepada Pemkab Bogor agar memperbaiki kolom penindaklanjutan seperti yang saya katakan di atas sebelumnya.
Selanjutnya sebagai penunjang layanan adalah memperbaiki desain website. Sebaiknya, menu yang diklik diperbaiki jika memang pengguna website sedang aktif berada di laman tersebut sehingga pengguna website dapat mengetahui bahwasanya kami sedang berada di laman dari suatu menu tersebut. Kebayang nggak? Agak bingung gimana meredaksikannya sih hehe. Tapi, mungkin mahasiswa Informatika tahu maksud saya hehe.

Nah, demikianlah pengalaman saya menggunakan LARAS Online Pemerintah Kabupaten Bogor. Yuk, kamu masyarakat Indonesia, berbondong-bondong gunakan layanan teknologi yang disediakan Pemerintah agar membantu memperbaiki setiap daerah di Indonesia ke arah yang lebih baik.

Go Techno! :)

Komentar

  1. Kalau saya mencoba mengirim pengaduan melalui Aspirasi Warga Bogor. Yang saya alami seperti captcha tidak berfungsi(berfungsinya beberapa hari kemudian), lalu masalah verifikasi email,sampai saat ini saya belum bisa login dan mengirim pengaduan saya di website tersebut, yang saya tahu aplikasi-aplikasi sebelumnya akan secara otomatis mengirim verifikasi email atau tidak membutuhkan waktu berjam-jam hanya dengan beberapa menit saja. dan kemudian saya mengirim lewat email tapi juga tidak ada tanggapan balasan emaiil. ya saya setuju dengan anda, dan juga kurang senang akan balasan dari pihak tersebut, tapi setidaknya anda mendapat respon dibanding saya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo, Uti! Sabar ya. Mari kita bantu pemerintah memperbaiki sistem yang ada. Jangan malah putus asa dan acuh. Semangat Uti. Terima kasih :)

      Hapus
  2. sudah diberikan masukaan belum ke sistemnya, supaya di perbaiki gan ?
    supaya aspirasinya juga di dengar sama pemkab Bogor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi rencananya mau dikirimin link blognya sekalian kang biar dibaca lengkap hehe. Makasih kang. :D

      Hapus
  3. Cukup menarik untuk artikel yang dibuat dan sangat membantu terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Riza untuk apresiasinya. :D

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Story Telling banget, menarik buat dibaca. Mungkin bisa lebih sering posting

    BalasHapus
  6. Saya sangat setuju dengan saran kamu put, dan benar yang dibilang sama satrio pito kalo bisa saran kamu ini diajukan kembali ke Pemkab Bogor agar diperbaiki sistemnya. Semoga sarannya di terima :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju sama Mbak. Terima kasih Mbak. Aamiin. :D

      Hapus
  7. Setuju mbak, saya juga udah coba kasih aspirasi. Dan memang responnya agak lama. Coba aspirasi nya fast respon pasti bakal kasih dampak buat perkembangan bogor.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, dan saya sedikit menyesali desain yang bersifat responsif. Sehingga tidak bisa membalas kembali jawaban dari pemerintah :(

      Hapus
  8. Benar sekali mungkin saran anda untuk laras bogor benar seharuanya mereka menyampaikan ke pemerintah kota bogor karena masih satu wilayah Bogor, semoga pesan anda cepat sampai ke yang berangkutan

    BalasHapus
  9. Seberapa lama sih respon dari admin laras itu sendiri? apakah 7 hari kerja apa bisa kurang dari 7 hari kerja? lalu apakah jawaban dari pengaduan yang kamu adukan sudah sesuai dengan apa yang ingin kamu inginkan? terimakasih sebelumnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itu yang saya tidak tahu mengenai waktu penjawaban pengaduan. Di atas sudah saya paparkan, bahwa jawaban tidak sesuai dengan keinginan saya Prim hehe. Terima kasih kembali :))

      Hapus
  10. GROSIR MUKENA SYAHRINI kualitas premium, trendy, dan nyaman.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harapan dan Kesan Kuliah di Kampus Diploma IPB

Penulis? *tsah!

Cerita di Balik Pemilihan Jurusan Kuliah