"Sayang" Aja Nggak Cukup...

Pernah nggak sih lo melakukan sesuatu yang enggak ada dasarnya? Kayak yaudah gue emang pingin aja melakukan hal itu dan basic-nya cuma satu, "SUKA". Yup, dan itu yang gue lakukan sekarang di kehidupan nyata gue, apa tuh? Gue suka menulis, menurut gue, gue bisa mengungkapkan apa aja lho yang gue mau atau gue pikirkan, dengan menulis. Gue lebih bisa menyampaikan dengan jeli, terstruktur, dan gue pikir orang lain lebih bisa mengerti berkomunikasi dengan gue melalui tulisan. :)
Ya, nggak gue pungkiri, terkadang gue juga masih menulis "Gimana ya? Ya pokoknya gitu deh..." yang artinya gue masih belum bisa menggambarkan dengan kata-kata atau belum menemukan kata-kata yang pas dalam menggambarkan kondisi tersebut, hehe tapi itu gue anggap nggak masalah kok, asal apply tulisannya dikondisikan dengan keadaan. Contooooh, nggak mungkin kan lo lagi buat tulisan yang bersifat informatif tapi lo pakai kalimat seperti yang gue cetak super gede kayak di atas...

Sebetulnya nggak ada yang salah dengan lo yang memiliki dasar rasa "SUKA" dengan apa yang lo lakukan kayak yang gue bahas di paragraf atas, tapi ternyata suka aja nggak cukup. :( Misalnya, buat kaum pria di luar sanahhh (sengaja huruf h-nya banyak biar efek dramatisirnya lebih kerasa hahahhh), kamu suka dengan wanita ajahhh itu nggak cukuphhh, kamu harus memikirkan gimana caranya kamu bisa melamar doi, ngomong sama orang tuanya doi, cari modal nikah, dll (inget umur mas, jangan sibuk dengan karir, ayo disegerakan wkwk). Nah gitu, gue sebagai seorang Content Writer, yang awalnya cuma hobby nge-blog asal-asalan yang alhamdulillah ada aja reader setianya wkwkwk, ternyata nggak cukup. Gue masih harus lho upgrade ilmu dengan cara ikut seminar-seminar, masuk-masuk ke grup/komunitas menulis, dan melatih menulis (yes, offcourse ini masih harus selalu dilakukan meski kerjaan lo adalah menulis). Ini tuntutan dari atasan gue sih :( Hihi
Gue pikir dengan sering baca artikel aja itu udah cukup, TERNYATA ENGGAKKKKK
Ibarat makanan, lo tuh butuh penyedap sedikiiittt aja selain garam. Ibarat kue cucur, lo tuh butuh dikemas dan dikasih label cantik biar layak dikasih harga Rp 2000,00 per biji (kalau mau lebih dari 2000 juga nggak papa kok, asal yang beli merasa worth aja dengan harga yang lo tawarkan, misalnya lo kasih keju atau melted coklat di dalamnya. IH SUMPAH KOK ENAK YA KAYAKNYA?? :O) Kenapa harus kue cucur? Nggak papahhh, pingin aja, biar kue cucur terkenal wk :p

Iyaaa, okeyyy, gue sadar betul akan tantangan yang harus gue hadapi ini, gue akan sungguh-sungguh kok melakukan tuntutan pekerjaan gue, tapi... sedihnya adalah gue bingung kalau ke mana-mana sendiri, ya Tuhan tolong kirimkan aku seseorang hahaha. Ya Allah sedih banget gue sih :( Minimal ada lah yang nemenin berangkat meski pulangnya sendiri, nggak papa, syukur-syukur ada yang nemenin berangkat atau nemenin pulang :))) Hati ini sudah terlalu rapuh sendiri hiks. #abaikan

Ya gitu deh, gue sedang berkelahi dengan diri gue sendiri sih, bagaimana jawaban dari semuanya. Huhuhu yang pokoknya harus lo ingat, lo resapi, "suka aja nggak cukup", iya, "sayang aja nggak cukup". Tapi mungkin insyaallah dengan landasan rasa suka/rasa cinta, semuanya akan lebih mudah kita jalani. :) Segitu ajah, random article gue, ciao!

Komentar

  1. Ijin pinjem temanya ya mba put hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sila mas tompi, semoga ketika kembali ke kantor lagi, lagu baru di album barunya bertambah ya mas. :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harapan dan Kesan Kuliah di Kampus Diploma IPB

Penulis? *tsah!

Cerita di Balik Pemilihan Jurusan Kuliah